ABSTRAK

 

Kurikulum sebagai sarana untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional tentunya tidak lepas dari kontribusi guru, dimana belajar dan pembelajaran merupakan inti dari proses pendidikan. Akan tetapi masih banyak ditemui berbagai masalah implementasi pembelajaran. Salah satu penyebabnya adalah padatnya materi pelajaran dan model pembelajaran yang kurang kreatif dan tidak bervariasi, sehingga mengakibatkan munculnya pembelajaran yang cenderung berpusat pada guru dan bukan pada siswa.

Model pembelajaran kooperatif memungkinkan siswa dapat belajar dengan cara bekerja sama dengan teman. Teman yang lebih mampu dalam kelompok dapat menolong teman yang lemah. Setiap anggota kelompok tetap member sumbangan pada prestasi kelompok. Para siswa juga mendapat kesempatan untuk bersosialisasi.

Dari hasil penelitian terhadap siswa di kelas dan hasil belajar siswa, kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan menunjukkan kemajuan. Hal ini ditunjukkan dengan adanya keterlibatan siswa secara aktif pada saat mengerjakan tugas dengan anggota kelompoknya. Siswa sudah mampu memahami materi pelajaran bangun datar sederhana meskipun masih ada beberapa orang siswa yang belum memahaminya. Namun mereka sudah berusaha keras dengan bertanya kepada teman kelompoknya pada saat mengerjakan tugas.

Hasil belajar atau nilai siswa terhadap materi pembelajaran pada siklus kedua  menunjukkan kemajuan yang signifikan terhadap hasil belajar siswa. Pada tindakan siklus I terdapat 16 siswa yang tuntas. Sedangkan pada siklus II siswa yang tuntas 34 siswa. Hasil rata-rata nilai pada tindakan siklus I hanya 68,68 namun pada tindakan siklus II mencapai rata-rata 88,56.

 

Kata Kunci: Proses Pembelajaran , Model Kooperatif jigsaw

Melihat lengkap/detail  jurnal bisa di lihat atau di download di link ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *